October 22, 2021

Begini Bahaya Mengajukan Pinjaman Lewat Pinjol Ilegal

Keberadaan pinjaman online cepat cair dan mudah lambat laun memang mulai menggantikan peran lembaga konvensional. Masyarakat lebih memilih pinjaman online karena proses dan persyaratannya lebih praktis dan mudah. Tetapi ada bahaya yang mengintai jika berurusan dengan pinjol ilegal.

Satgas Waspada Investasi yang dibawah komando Otoritas Jasa Keuangan sebenarnya cukup getol melakukan edukasi kepada masyarakat. Tapi, edukasi tersebut bisa saja belum menjangkau seluruh masyarakat sehingga masih ada korban pinjaman online ilegal.

Supaya tidak menjadi korbannya, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang bahaya pinjaman online ilegal yang akan kita ulas berikut ini:

Data pribadi rawan diperjualbelikan

Pada saat pendaftaran, calon debitur akan dimintai data-data pribadi seperti nomor KTP, alamat rumah tetap, nomor handphone dan data-data lainnya. Data inilah yang sebenarnya berharga dan rawan untuk diperjualbelikan kepada pihak ketiga untuk kepentingan tertentu.

Inilah yang diatur oleh OJK bahwa fintech tidak dibenarkan memperjualbelikan data konsumennya. Jika ada yang merasa dirugikan dengan pembukaan data pribadi rahasia, masyarakat bisa melaporkannya kepada OJK. 

Tetapi, OJK hanya bisa mengecek dan menindak fintech yang terdaftar dan dibawah pengawasannya. Itulah alasan mengapa memilih fintech yang sudah terdaftar di bawah OJK menjadi penting karena OJK bisa langsung mengecek dan memberikan tindakan jika fintech yang dilaporkan terbukti menyalahi aturan. 

Bunga pinjaman lebih tinggi

Pinjaman online ilegal umumnya tidak memberikan besaran bunga yang jelas. Bisa saja bunganya berubah-ubah sehingga pokok pinjaman tidak pernah bisa dilunasi karena bunga yang berubah-ubah. Dampaknya banyak yang terjerat karena bunga makin tinggi sementara pokok pinjaman tidak pernah bisa dilunasi meskipun sudah membayar cicilannya setiap bulan.

Bunga pinjaman online ilegal memang gelap dan tidak diketahui besarannya oleh konsumen. Itulah mengapa OJK mengatur bagi fintech terdaftar agar menginformasikan semua besaran bunga dan biaya lewat situs resmi atau aplikasinya masing-masing. Sehingga konsumen bisa menegtahui berapa besaran cicilannya dan kapan cicilan tersebut bisa dilunasi sesuai dengan tenor yang dipilihnya. 

Penagihan dengan cara teror dan ancaman

Inilah yang menjadi puncak marabahaya pinjaman online. Jika debitur menunggak cicilan karena alasan tertentu, pinjaman online ilegal tak segan-segan memberikan ancaman dan teror secara digital ataupun langsung melalui kerabat dekat debiturnya.

Banyak kisah yang akhirnya harus dikeluarkan dari perusahaannya gara-gara penagihan dilakukan kepada atasan atau rekan kerja korban. Hingga kini akhirnya OJK mengatur bahwa akses izin di smartphone yang hanya diizinkan adalah kamera, mikrofon, dan lokasi. Jika ada akses izin untuk buku telepon, dipastikan aplikasi fintech tersebut ilegal karena tidak sesuai dengan aturan OJK.

Sebenarnya, ada cukup banyak fintech legal yang terdaftar di OJK yang sudah memenuhi persyaratan sehingga lebih aman bagi penggunanya. Seperti Kredivo yang memberikan informasi bunga, tenor, biaya admin, serta denda yang transparan. Pun aplikasi resminya sudah bisa diunduh secara gratis di Play Store maupun App Store.

Kredivo terdaftar di OJK dengan nama perusahaan PT FinAccel Digital Indonesia dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018. Jadi, pastikan juga bahwa nama perusahaan terdaftar sesuai dengan nama produknya. 

Jika tertarik cobalah untuk mendaftar dulu. Syarat mudah kok untuk pengajuan modal pinjaman lewat Kredivo. Punya penghasilan minimal Rp3 juta sudah bisa mendaftar. Paling tidak, Kredivo bisa memberikan kredit limit sampai dengan Rp30 juta bagi memberi premium yang memenuhi persyaratan.

Kredivo memberikan bunga cicilan rendah 2,6% per bulan dengan tenor hingga 12 bulan. Tersedia juga pinjaman tunai atau belanja dengan cicilan di marketplace dengan tenor fleksibel. Persyaratan mudah dan bisa dilakukan secara online