May 20, 2022

Cara Memilih Hewan Terbaik untuk Kurban

Hendaknya hewan paling baik yang dipilih untuk kurban. Hewan yang gemuk, berwarna putih dan miliki nilai itulah yang biasa jadi pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selagi kurban. Makin gemuk dan miliki nilai pasti tambah utama di dalam kurban.

Dalam Bulughul Maram disebutkan hadits terhadap no. 1355 yang mengkaji masalah hewan yang disembelih terhadap selagi kurban,Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berkurban dengan dua gibas (domba dorper jantan) putih yang bertanduk, lantas beliau mengucapkan nama Allah dan bertakbir, dan beliau meletakkan ke-2 kakinya di pipi ke-2 gibas tersebut (saat menyembelih).

Dalam lafazh lain disebutkan bahwa beliau menyembelihnya dengan tangannya (Muttafaqun ‘alaih) . Dalam lafazh lain disebutkan, “Saminain, artinya dua gibas gemuk.” Dalam lafazh Abu ‘Awanah di dalam kitab Shahihnya dengan lafazh, “Tsaminain, artinya gibas yang istimewa (berharga).

” Dalam lafazh Muslim disebutkan, selagi menyembelih, beliau mengucapkan, “Bismillah wallahu akbar (artinya: dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar).” (HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)

Beberapa kegunaan dari hadits di atas:

1- Hadits di atas membuktikan disyari’atkannya kurban dan semangat untuk melakukannya. Karena ketaatan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jalankan tidaklah tertentu untuk beliau, tetapi perihal itu direkomendasikan pula terhadap umatnya. Para ulama tidak berselisih pendapat bakal disyari’atkannya kurban. Mereka hanya berselisih pendapat apakah kurban itu kudu ataukah sunnah.

 

2- Kambing gibas (kabsy) adalah jenis kambing yang paling afdhol (paling utama). Namun diamati dari hewan kurban, yang paling afdhol adalah unta, lantas sapi, sesudah itu kambing sebagaimana yang dapat dipetik dari hadits keutamaan shalat Jum’at.

3- Hewan jantan untuk kurban lebih afdhol dibanding hewan betina sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits ini menyembelih dengan gibas (domba jantan), disempurnakan daging jantan itu lebih thoyyib (lebih enak). Namun menyembelih kurban dengan hewan betina termasuk dibolehkan lebih-lebih tersedia ijma’ (kata sepakat) ulama bakal bolehnya.

4- Lebih afdhol berkurban dengan hewan bertanduk daripada yang tidak. Namun berkurban dengan yang tidak bertanduk termasuk senantiasa sah.

5- Ciri-ciri hewan yang paling baik untuk kurban adalah: (1) gemuk, (2) warna putih atau warna putih lebih mayoritas, (3) berharga.

6- Disyari’atkan mengucapkan bismillah dan takbir selagi menyembelih hewan kurban, yaitu dengan mengucapkan, “Bismillah wallahu akbar.” Adapun mengucapkan “bismillah” itu wajib. Sedangkan mengucapkan “Allahu akbar” dihukumi sunnah.

7- Jika hewan ternak berupa kambing, maka hewan tersebut disembelih dengan cara dibaringkan. Karena itu lebih bersikap lemah lembut padanya. Penyembelih hendaklah meletakkan kaki kanan di pipi hewan kurban (di lehernya sebelah kanan), di mana hewan tersebut dibaringkan di segi kiri.

8- Jika orang yang berkurban dapat menyembelih, maka hendaklah ia menyembelih dengan tangannya sendiri sebab penyembelihan adalah suatu wujud pendekatan diri terhadap Allah. Namun jikalau yang berkurban tidak dapat menyembelih dengan baik, hendaklah ia mewakilkan terhadap orang yang memahami cara penyembelihan yang cocok tuntunan Islam. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun dulu menghendaki ‘Ali bin Abi Tholib untuk mewakilkan beliau di dalam penyembelihan kurban yang tersisa terhadap haji wada’.

Hanya Allah yang berikan taufik. Moga kegunaan yang singkat dari kajian Bulughul ini Marom berguna bagi kaum muslimin sekalian.