December 7, 2021
Doom Eternal

Doom Eternal Lebih Dari Hanya Reboot

Doom Eternal Lebih Dari Hanya Reboot – Doom( 2016) jadi contoh terbaik“ reboot done right“. Permainan tersebut pertahankan apa yang membuat Doom lama sangat istimewa namun pula meningkatkan banyak pembaharuan buat membuat seri tersebut lebih modern. Gameplay yang ditawarkan sangat kilat serta brutal, musik metal yang diputar terasa modern serta membuat pemain bergairah di tengah pertarungan, dan desain tingkat tetaplah terbuka tanpa wajib membuat pemain merasa tersesat. Apabila Doom( 2016) ialah pembaharuan modern dari seri klasik, Doom Eternal merupakan evolusi yang membawakan franchise satu sangat jarang lebih maju.

Doom Eternal lebih dari hanya“ more Doom” ataupun perluasan semata, sekuel ini tawarkan banyak perihal yang buatnya berbeda namun senantiasa cocok dengan ekspektasi fans kala mendengar kata Doom. Aku dapat hentikan review ini di paragraf ini serta merekomendasimu buat lekas mainkan Doom Eternal, namun pasti saja itu bukanlah handal sama sekali serta aku wajib menarangkan kepadamu apa saja yang membuat sekuel ini lebih baik dari Doom( 2016) yang telah hampir sempurna selaku FPS modern. Tanpa panjang lebar lagi, kita amati saja langsung.

 

maklon kosmetik

Cari Pabrik Maklon Kosmetik dan Skincare Terbaik? Cek Disini

 

Cerita? Cerita Apa?

Doom Eternal melanjutkan ceritanya 2 tahun usai akhir dari Doom. Makhluk neraka memahami bumi serta 60% populasi sudah musnah. Kalian selaku Doom Slayer miliki satu tugas, bunuh seluruh iblis yang menghalangimu serta selamatkan bumi. Itu saja yang kalian butuh ketahui dari cerita permainan ini sebab aku sendiri jujur sendiri bimbang hendak apa yang terjalin.

Sekuel tidak menggambarkan apa yang terjalin usai Doom Slayer dihianati Hayden, permainan ini langsung melompat di titik dimana Bumi telah terancam punah, Doom Slayer telah memiliki kapal dengan teknologi mutahir serta Hayden telah tidak berperan lagi. Jujur saja aku tidak bahagia dengan aspek cerita yang dikisahkan Doom Eternal. Naratif yang dibawakan sangat sungguh- sungguh dengan permainan terus menghadirkan kepribadian baru serta istilah- istilah baru seakan- akan pemain hendak langsung paham apa yang apalagi terjalin.

Permainan awal miliki jalur cerita yang begitu simpel serta dibawa dengan presentasi yang tidak begitu sungguh- sungguh apalagi terkesan satir. Diskusi sungguh- sungguh bisa jadi terjalin namun senantiasa diakhiri dengan respon Doom Slayer yang melawan apa yang baru saja dikatakan oleh kepribadian lain, menghasilkan kesan humor

serta seakan- akan pengembang self- aware jika pemain takkan hirau eksposisi apa yang baru saja dilontarkan mereka. Sedangkan itu di permainan ini, seluruhnya begitu sungguh- sungguh sampai menggapai titik pemain butuh ketahui cerita backstory dari Doom Slayer. Perihal ini bisa jadi tidak jadi permasalahan bila permainan ketahui metode menggambarkan naratif utama secara kohesif serta tidak membuat ciri tanya besar timbul tiap kali cutscene berakhir.

Buat obati jalur cerita membingungkan ini, permainan miliki audio log serta bermacam media lore yang lain yang tersebar di bermacam daerah permainan. Tetapi apakah pengembang betul- betul berharap pemain hendak menyudahi serta mendengar ataupun membaca di dikala terdapat aksi intens menunggu di ruang berikutnya?

Jadi ya, naratif bukan aspek terkuat Doom Eternal seperti seri Doom lain. Untungnya perihal tersebut tidak pengaruhi kepuasan bermain permainan ini.

Sempurnakan Gunplay yang sudah Sempurna

Ayo kita bicara aspek yang membuat permainan ini begitu istimewa: Gameplay. Bayangkan permainan awal namun dengan skala yang lebih besar serta bermacam mekanik baru yang membuat kamu lebih kasar di arena. Itu merupakan Doom Eternal secara pendek.

Health, armor serta amunisi yakni 3 kunci utama dalam bertahan hidup di Doom Eternal serta masing- masing pertarungan terkesan semacam puzzle. Apabila kalian krisis health, kalian wajib jalani glory kills, bila kalian mau menaikkan armor, kalian wajib ingat buat membakar musuh terlebih dulu dengan flamethrower yang terdapat di punggung Doom Slayer, serta bila kalian kehilangan peluru, senantiasa ingat buat memakai chainsaw.

Permasalahan amunisi merupakan yang sangat terutama sebab kalian hendak kerap kehilangan peluru di permainan ini. Doom Slayer saat ini tidak dapat membawa peluru sebanyak permainan awal. Apalagi dengan upgrade penuh, bacaan“ low ammo” hendak kerap timbul di layarmu. Banyak fans yang komplain hendak permasalahan ini namun untuk aku sedikitnya amunisi malah mendesak pemain buat lebih manfaatkan chainsaw. Pada permainan awal, chainsaw tidak lebih dari hanya“ Senjata instakill”, buatnya cuma dipakai sebagian kali saja sejauh permainan. Pada sekuelnya, chainsaw lebih terbuat selaku senjata strategik. Kalian hendak kerap memanfaatkannya pada musuh kecil bukan sebab buat mengirit waktu namun sebab keharusan yang wajib dicoba buat senantiasa mengisi amunisi serta kembali beraksi.

Tidak hanya menembak masing- masing musuh hingga mati, kalian pula dapat melanda mereka di titik lemahnya. Setebal apapun armor yang melindungi mereka, masing- masing musuh miliki titik kelemahan yang membuat mereka lebih kilat dibunuh. Elemen ini menaikkan kompleksitas combat di permainan dengan kalian hendak senantiasa mengubah senjata yang pas buat melawan musuh tertentu. Namun permainan tidak sangat memaksamu buat melaksanakan demikian, kalian dapat senantiasa bermain metode lama dengan run- and- gun seperti permainan tadinya.

Doom Eternal pula jauh lebih susah dari seri- seri tadinya. Apalagi dengan difficulty wajar( Hurt Me Plenty), kalian hendak betul- betul ditantang memandang masing- masing konfrontasi terbuat lebih lama, lebih ramai, serta musuh pula lebih kilat kurangi health- mu. Hingga dari itu, ingin tidak ingin kalian wajib manfaatkan masing- masing mekanik yang permainan tawarkan. Walaupun membuat aku mati ratusan kali di tingkatan kesusahan Ultra- violence, permainan tidak sempat membuat aku bosan sebab fondasi gameplay yang dibangung memanglah sangat mengasyikkan serta adiktif, kalian malah bisa jadi berharap pertarungan berlangsung lebih lama lagi.

Tidak hanya arsenal senjata serta gadget baru, Doom Slayer pula dibekali dengan puluhan opsi upgrade. Seluruhnya bertabiat opsional namun sangat direkomendasikan buat bereksplorasi masing- masing tingkat buat miliki masing- masing upgrade yang hendak mempermudahmu di masing- masing pertarungan.

Dengan seluruh mekanik serta elemen combat yang ditambahkan. Bermain Doom Eternal memanglah bagaikan suatu puzzle yang dimana kalian wajib mencari pemecahan yang menurutmu sangat pas dalam menghasilkan kebrutalan sebesar bisa jadi di masing- masing arena. Skill serta refleks kilat bisa jadi menolong, namun kunci yang lebih diutamakan pada Doom Eternal yakni metode kalian mengeksekusi masing- masing gerakan berikutnya. Seluruh ini menjadikan Doom Eternal FPS yang betul- betul beda dibanding game- game yang telah terdapat di pasaran.

Namun hendak bohong besar bila aku tidak terdapat komplain negatif soal permainan ini. Salah satunya perihal yang aku sangat benci serta membatasi aku buat menyebut permainan ini sempurna yakni keberadaan satu musuh yang tampaknya tidak cocok terletak disini. Musuh tersebut yakni Marauder.

Berbeda dengan musuh yang lain yang dapat kalian lawan dengan melanda titk lemah ataupun hanya menembak mereka sebebas hati. Marauder merupakan musuh yang sangat defensif, buatnya cuma dapat dikalahkan dengan satu metode ialah counter attack. Ia dapat menangkis seluruh senjata tercantum BFG serta Pedang Crucible, serta kalian wajib tabah menunggu ia melaksanakan satu serbuan khusus supaya bisa melaksanakan serbuan balik. Buat boss fight, musuh semacam ini masuk ide, namun buat dijadikan musuh reguler di tengah- tengah pertarungan yang berisi puluhan monster lain? Ia tidak begitu susah buat dilawan kala kalian ketahui kelemahannya, namun tiap kali ia timbul, kalian tentu hendak mengatakan“ sial, ia lagi” sebab Marauder memanglah mengganggu permainan loop kilat yang khas dari Doom jadi serasa permainan RPG dimana kalian wajib menunggu ia eksekusi satu serbuan khusus terlebih dulu supaya pemain dapat menangkis serta membagikan damage ke ia.

Itu merupakan salah satunya perihal negatif yang bisa aku pikirkan dari FPS yang spektakuler ini. Sehabis menyelasaikan permainan, aku tertarik buat bermain lagi dengan tingkatan kesusahan lebih besar. Gunplay yang ditawarkan sangatlah adiktif, aku merasa pilu kala permainan wajib menggapai bos akhir.

 

Baca juga: 4 Bisnis Online Tanpa Modal Paling Menguntungkan

 

Platforming Senantiasa Menyenangkan

Sama semacam permainan awal, Doom miliki sebagian tahap platforming tercantum dikala bertarung. Dengan gerakan baru berbentuk dash, mengayuni tiang

serta memanjat bilik, platforming di Doom Eternal sedikit lebih susah. Banyak yang kritik hendak aspek ini serta menganggapnya“ hit- or- miss“, hendak namun untuk aku individu, aku merasa tahap platforming di permainan ini jadi momen filler yang cocok buat menenangkan pemain usai pertarungan intens melawan monster tetapi senantiasa menantang skill pemain dalam mengeksekusi masing- masing pergerakan yang dipunyai Doom Slayer.

Memanglah terdapat dikala dimana kalian terbuat bimbang wajib kemana, namun tidak tidak sering saya dipertemukan dengan zona rahasia tanpa terencana sebab bimbang mencari jalur ke objektif yang benar, membuat aku merasa dihargai buat bereksperimen dengan eksplorasi tingkat.

Menggerakan Doom Slayer dengan moveset- nya yang lincah pula sangat mengasyikkan. Memadukan double jump serta dash kemudian memanjat bilik terasa memuaskan kala dieksekusi dengan benar. Apalagi bila salah, kalian cuma hendak ditarik kembali ke titik nyaman tadinya, tidak semacam permainan awal yang dimana kalian langsung terbuat mati sebab kandas sedikit.

Pergerakan Doom Guy bisa jadi tidak semulus di permainan sebelah semacam Titanfall, tetapi aku wajib apresiasi pengembang yang bisa hadirkan platforming yang mengasyikkan di permainan yang fokusnya terletak di menembak.

Musik Metal yang Bangkitkan Semangat

Mike Gordon kembali buktikan kalau ia sesuai ditunjuk sebagia komposer permainan ini. Nuansa metal senantiasa memberi warna masing- masing lagu di koleksi soundtrack Doom Eternal. Ia pula tampaknya mulai bereksperimen dengan menaikkan semacam elemen gothic di sebagian tingkat yang berlatar di benteng.

BFG 10k, Luar biasa Gore Nest, The Only Thing They Fear is You, Gladiator, serta masih banyak lagi, masing- masing lagu“ combat” di permainan ini hendak membuat semangatmu berapi- api. Sangking asiknya musik di permainan ini, kalian tidak keberatan buat ulang ke checkpoint terakhir cuma buat mendengar lagi lagu yang sama.

Diluar dari musik keras khasnya, Mike Gordon pula suntikkan sebagian musik“ tenang” dikala di luar combat. Masing- masing lagu dengan pas menggambarkan atmosfir yang terjalin di layar. Musik kala Doom Slayer merambah Phobos jadi contoh terbaik dari apa yang aku iktikad. Musik yang diputar bukanlah keras namun alunan melodi monoton yang diputar betul- betul membuat kamu nampak semacam orang gagah yang ditakuti siap saja, termaksud manusia yang mau kalian selamatkan.

Secara totalitas bisa jadi aku lebih menggemari soundtrack permainan awal, tetapi tidak berarti lagu di permainan ini kandas membuat aku mengangguk- angguk kepala dikala diputar. Sekali lagi 2 jempol besar kepada Mike Gordon, piala soundtrack menunggumu di akhir tahun nanti.

 

Baca juga: Manfaat lobak putih untuk wajah

 

Battlemode– Hanya Checklist Multiplayer

Dapat disimpulkan konten single- player telah sangat cocok di Doom Eternal, namun gimana dengan komponen multiplayer? Id Aplikasi membuang fashion multiplayer lama semacam Deathmatch serta CTF dengan fashion baru berbentuk Battlemode. Pada fashion ini, satu Doom Slayer hendak diadukan dengan 2 kepribadian iblis. Tugas pemain di fashion ini telah sangat jelas ialah menewaskan satu sama lain.

Selaku Doom Slayer, kalian bermain seperti di single- player. Selaku monster, kalian hendak manfaatkan masing- masing skill yang berbeda di masing- masing monster buat kalahkan Doom. Apabila kedua monster mati saat sebelum salah satunya dapat respawn, ronde hendak berakhir.

Game kucing serta tikus jadi tema utama di fashion ini. Meski fondasi yang dibentuk pada dasarnya mengasyikkan, senantiasa saja Battlemode terkesan semacam mode

yang hendak kalian temukan di istimewa event Overwatch ataupun permainan multiplayer terkenal yang lain. Fashion tidak miliki begitu banyak alterasi yang bisa terjalin, buatnya kesan bosan timbul dalamwaktu yang kilat.

Fashion multiplayer klasik semacam Deathmatch bisa jadi sangat klise dikala ini, tetapi aku rasa hendak lebih baik bila Id Aplikasi senantiasa berlakukan fashion klasik semacam itu dibanding seluruhnya tergantung satu fashion unik yang besar mungkin hendak ditinggalkan dalam satu bulan sehabis luncurkan.

Verdict

Doom Eternal jadi titik dini evolusi franchise. Bermacam mekanik baru diperkenalkan buat membuat gunplay lebih lingkungan tanpa membuat pusing pemain. Permainan miliki gunplay yang fun, platforming yang pula fun, serta pula musik metal yang bagaikan bensin buat membakar semangat kalian. Permainan miliki komponen multiplayer yang sesungguhnya asyik pula, namun mungkin besar hendak dibiarkan dalam waktu dekat sebab kurang alterasi yang bisa terjalin.