May 20, 2022

Kerusakan Lingkungan dampak Proses Alam

Kerusakan lingkungan akibat proses alam ialah kerusakan terhadap lingkungan hayati yg disebabkan oleh faktor alam. Kerusakan ini terjadi secara alami tanpa campur tangan atau peranan insan. Meskipun terkadang manusia pun mampu menjadi pemicu awal terjadi proses kerusakan lingkungan secara tidak langsung.

pada artikel Alamendah’s Blog terdahulu sudah diuraikan bahwa kerusakan lingkungan hidup artinya proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Jika dicermati berasal faktor penyebabnya, kerusakan lingkungan bisa mengkategorikan menjadi kerusakan yg diakibatkan oleh peristiwa alam serta diakibatkan sang manusia.

Kerusakan lingkungan hayati oleh faktor alam disebabkan terjadinya gejala atau insiden alam yang terjadi secara hebat sebagai akibatnya memengaruhi ekuilibrium lingkungan hayati. peristiwa-insiden tadi terjadi pada luar impak aktifitas manusia sehingga manusia tidak bisa mencegah terjadinya.

Beberapa insiden alam yg dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara lain letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor, banjir, badai dan  angin topan, kemarau panjang (kekeringan), serta tsunami.

Kerusakan Lingkungan dampak Gunung Meletus

Keusakan lingkungan yg diakibatkan sang gunung meletus

Gunung meletus artinya peristiwa munculnya endapan magma berasal perut bumi yang didorong oleh gas bertekanan tinggi yang terjadi di gunung-gunung berapi. akibat letusan gunung berapi antara lain lava, lahar, gas vulkanik, hujan abu, dan  awan panas yg dapat mensugesti lingkungan di sekitarnya. Bentuk kerusakan lingkungan yang dapat diakibatkan sang meletusnya gunung berapi diantaranya :

Material padat yang dilemparkan sang gunung api berupa batuan, kerikil, serta pasir yg dapat Mengganggu, menimpa, bahkan menimbun huma pertanian, hutan, perkebunan, sampai pemukiman penduduk dan  asal air bersih.

Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan gunung berapi mengakibatkan gangguan pernafasan, mensugesti jeda pandang serta intensitas cahaya mentari , menutup serta merusak tumbuhan pertanian, merusak aktifitas transportasi, serta sebagainya sebagainya, sehingga akan mengurangi produksi dan  aktivitas insan.

Lava panas (pijar) yang meleleh menghambat daerah yg dilaluinya, baik berupa hutan, perkebunan, huma pertanian hingga pemukiman penduduk.

Awan panas dengan banyak sekali material yang dibawanya, bergerak dalam kecepatan tinggi dan  suhu yg mencapai ratusan derajat bisa menghanguskan daerah yg diterjangnya termasuk mengakibatkan tewasnya manusia dan  makhluk hidup lainnya.

sirkulasi lahar bisa menyebabkan pendangkalan sungai, atau menyebabkan terjadinya banjir bandang ketika musim penghujan.

Gas yg mengandung racun bisa mengancam keselamatan insan, binatang, serta tumbuhan di sekitarnya.

Kerusakan Lingkungan dampak Gempa Bumi

Gempa bumi ialah insiden alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yg ditimbulkan oleh energi dari dalam secara datang-datang. Gempa bumi  menyebabkan kerusakan lingkungan berupa :

Kerusakan bangunan.

Tanah longsor.

Perubahan struktur tanah serta batuan

Degradasi huma serta kerusakan bentang lahan

Pencemaran udara

Krisis air higienis

Tsunami (gempa bumi pada bahari)

Jatuhnya korban baik insan, binatang, juga tanaman.

Kerusakan Lingkungan akibat Tanah Longsor

Tanah longsor ialah peristiwa geologi yang diakibatkan oleh pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan  jenis mirip jatuhnya bebatuan atau gumpalan akbar tanah. Tanah longsor dapat diakibatkan sang erosi sebab gerusan air pada kaki lereng yg curam, melemahnya lereng dari bebatuan dan  tanah akibat saturasi yg diakibatkan hujan lebat, getaran asal gempa bumi, gunung meletus, juga mesin serta lalu lintas kendaraan, serta dipicu oleh minimnya pepohonan pada tebing-tebing curam.

Tanah longsor mengakibatkan kerusakan lingkungan seperti kerusakan bangunan, kerusakan lahan pertanian dan  perkebunan, memutus jalur transportasi, krisis air bersih hingga jatuhnya korban.

Kerusakan Lingkungan dampak Banjir

Banjir artinya insiden terendamnya daratan sang air. Banjir mengakibatkan kerusakan mulai asal kerusakan fisik, terkontaminasinya air higienis, membunuh tumbuhan yang tak tahan air serta hewan, pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, hingga bencana susulan mirip longsor serta jatuhnya korban.

Kerusakan Lingkungan dampak Badai dan  Angin Topan

Badai, angin topan, angin puting beliung, angin ribut, dan  sejenisnya adalah bencana alam yg ditimbulkan sang pergerakan udara yg sangat kencang yang dipicu disparitas tekanan udara. mala ini mengakibatkan kerusakan lingkungan antara lain robohnya (rusaknya) bangunan dan  pepohonan, rusaknya area pertanian serta perkebunan, dan  tingginya ombak di bahari.

 

Kerusakan Lingkungan dampak Tsunami

Tsunami merupakan perpindahan badan air yg ditimbulkan sang perubahan bagian atas bahari secara vertikal menggunakan datang-tiba. Tsunami dapat diakibatkan sang gempa bumi yang terjadi di bahari, letusan gunung berapi bawah bahari, ataupun longsor pada dasar laut. Tsunami meninggalkan kerusakan lingkungan di dalam bahari juga di lebih kurang pantai. Kerusakan-kekrusakan tadi diantaranya artinya rusaknya terumbu karang serta lamun, kerusakan fisik pada sekitar pantai, dan  jatuhnya korban manusia.

 

Kerusakan Lingkungan dampak Kekeringan

Kekeringan mengakibatkan kerusakan lingkungan

Kekeringan merupakan kurangnya pasokan air pada suatu lokasi yg berlangsung berkepanjangan serta umumnya terjadi pada isu terkini kemarau. Kekeringan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan berupa kerusakan huma pertanian dan  perkebunan, menurunnya kualitas tanah, sampai matinya organisme.

 

bencana-bencana alam yg menyebabkan kerusakan lingkungan sebagaimana tersebut pada atas, beberapa diantaranya murni sebab proses alam. sebagai akibatnya terjadinya mutlak dipengaruhi faktor alam tanpa campur tangan manusia. tetapi pada beberapa peristiwa alam, acapkali kali, secara tidak eksklusif terkait pula dengan aktifitas yg dilakukan insan. sebagai model bencana banjir dan  tanah longsor yang kerap kali menjadi dampak asal aktifitas insan yg tidak ramah lingkungan. Pun di bencana alam kekeringan yang mampu dipicu aktifitas insan yg menyebabkan kurangnya air yg terserap menjadi cadangan air pada dalam tanah.