July 26, 2021

Mengajukan Gugatan Cerai Baik Secara Tertulis Ataupun Lisan

Mengajukan Gugatan secara tertera ataupun lisan kepada Majelis hukum Agama/Mahkamah Syar’ iyah (pasal 118 HIR, 142 Rbg Jo. Pasal 66 Undang- Undang Nomor. 7 Tahun 1989).

Penggugat di rekomendasikan membuat memohon arahan kepada Majelis hukum Agama/Mahkamah Syari’ iyah mengenai tata sistem menyebabkan pesan Gugatan (Pasal 119 HIR, 143 Rbg Jo. Pasal 48 Undang-Undang Nomor. 7 Tahun 1989).

Pesan Gugatan sanggup dirubah sejauh tidak merubah posita serta petitum. Bila Tergugat telah menanggapi pesan Gugatan nyatanya terdapat pergantian, hingga perubahan selanjutnya perlu atas persetujuan Tergugat.

 

GUGATAN TERSEBUT DIAJUKAN KEPADA MAJELIS HUKUM AGAMA MAHKAMAH SYAR’ IYAH:

Yang wilayah hukumnya meliputi area kediaman Penggugat (Pasal 66 ayat 2 Undang-Undang Nomor. 7 Tahun 1989)
Apabila Penggugat meninggalkan area kediaman yang telah disepakati bersama dengan tanpa izin Tergugat, hingga Gugatan diajukan kepada Majelis hukum Agama Syar’ iyah yang wilayah hukumnya meliputi area kediaman Tergugat (pasal 73 ayat 1 Undang-Undang Nomor. 7 th. 1989, jo. Pasal 32 ayat 2 UU Nomor. 1 th. 1974)
Apabila penggugat bertempat kediaman diluar negara, hingga Gugatan diajukan kepada Majelis hukum Agama/Mahkamah Syar’ iyah yang wilayah hukumnya meliputi area kediaman Tergugat( Pasal 73 ayat 2 UU Nomor. 7 Tahun 1989)
Apabila Penggugat serta Tergugat bertempat kediaman di luar negara, hingga Gugatan diajukan kepada Majelis hukum Agama/Mahkamah Syar’ iyah yang wilayah hukumnya meliputi area dilangsungkannya pernikahan ataupun kepada Majelis hukum Agama Jakarta Pusat (Pasal 73 ayat 3 UU Nomor. 7 th. 1989)

 

GUGATAN TERSEBUT MELIPUTI:

Nama, usia, pekerjaan, agama serta area kediaman Penggugat serta Tergugat;
Posita (kenyataan moment serta kenyataan hukum)
Petitum (hal-hal yang dituntut bersumber terhadap posita)

Gugatan soal kekuatan anak, nafkah anak, nafkah isteri serta harta bersama dengan sanggup diajukan berbarengan bersama dengan Gugatan cerai talak ataupun sehabis ikrar talak diucapkan (pasal 86 ayat 1 UU Nomor. 7 Tahun 1989).

Membayar bayaran masalah (pasal 121 ayat 4 HIR, 145 ayat 4 Rbg jo. Pasal 89 UU Nomor. 7 th. 1989) untuk yang tidak sanggup sanggup berperkara secara Cuma- Cuma (Prodeo) (Pasal 237 HIR, 273 Rbg).

Penggugat serta tergugat mendatangi sidang bersumber terhadap panggilan majelis hukum agama/mahkamah syar’ iyah.

 

PROSES PENYELESAIAN PERKARA

Penggugat mendaftarkan Gugatan cerai talak ke majelis hukum Agama/Mahkamah Syar’ iyah
Penggugat serta Tergugat terpanggil oleh Majelis hukum Agama/Mahkamah Syar’ iyah membuat mendatangi sidang.

TAHAPAN SIDANG

Pada kontrol persidangan awal, Hakim mengupayakan mendamaikan kedua belah pihak, serta suami isteri perlu tiba secara individu (Pasal 82 UU Nomor. 7 Tahun 1989)
Apabila tidak sukses, hingga Hakim mengharuskan kepada kedua belah pihak sehingga lebih pernah menempuh mediasi (Pasal 3 ayat 1 PERMA Nomor. 2 th. 2003)
Apabila mediasi tidak sukses, hingga kontrol masalah dilanjutkan bersama dengan membacakan pesan Gugatan, Jawaban, Jawab menanggapi, pembuktian serta kesimpulan.
Dalam sesi jawab menanggapi (saat sebelum akan pembuktian) Tergugat sanggup mengajukan gugtan rekonpensi/ gugatan balik (Pasal 132a HIR, 158 Rbg)

VONIS MAJELIS HUKUM AGAMA/MAHKAMAH SYAR’ IYAH ATAS GUGATAN CERAI TALAK BAGAIKAN BERIKUT:

Permohonan di kabulkan. Apabila Tergugat tidak suka sanggup mengajukan banding lewat Majelis hukum Agama/Mahkamah Syar’ iyah tersebut.
Gugatan ditolak. Penggugat sanggup mengajukan banding lewat majelis hukum agama/mahkamah syar’ iyah tersebut.

Gugatan tidak diterima. Penggugat sanggup mengajukan Guagatan baru.
Sehabis Ikrar talak diucapkan paitera berkewajiban membagikan akta cerai bagaikan pesan fakta kepada kedua belah pihak paling lambat 7 hari sehabis penetapan ikrar talak (Pasal 84 ayat 4 UU Nomor. 7 th. 1989)

Demikian menimpa beberapa syarat pula Cara membuat mengajukan gugatan perceraian, mudah-mudahan sanggup bermanfaat.