December 1, 2021

Menyambut Kelahiran Bayi, Ini Tata Cara Aqiqah dan Hukumnya Menurut Islam

Kelahiran sang anak tentu saja bawa kebahagiaan untuk keluarga. Umat Islam umumnya melakukan aqiqah untuk menunjukkan rasa syukur atas kehadiran Si Kecil di muka Bumi.

Orang tua yang dianggap mampu secara finansial diminta menyembelih kambing waktu aqiqah. Daging kambing yang telah disembelih itu nanti dibagikan ke kerabat, tetangga, dan beberapa orang yang membutuhkan.

Berikut tata cara aqiqah untuk anak lelaki dan wanita serta hukumnya dan beberapa hal yang sebaiknya jadi perhatian saat melaksanakan aqiqah.

1. Jumlah hewan yang disembelih
Tata cara aqiqah untuk anak lelaki dan wanita umumnya sama. Akan tetapi, yang membedakan adalah jumlah kambing yang disembelih. Untuk anak lelaki, jumlah kambing yang wajib disembelih adalah dua ekor, sementara wanita satu ekor. Ini sama dengan beberapa hadis yang diriwayatkan.

Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya berbicara apabila Rasulullah bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang ingin menyembelih (kambing) sebab kelahiran bayi maka sebaiknya dia kerjakan untuk lelaki dua kambing yang serupa dan untuk wanita satu kambing.”

2. Persyaratan memutuskan hewan aqiqah

Kambing yang akan disembelih waktu aqiqah mempunyai persyaratan yang sama dengan hewan kurban. Artinya, kambing harus berkualitas, sehat, tidak cacat, dan bebas dari semua penyakit. Umur dari hewan ternak ini minimum 1/2 tahun.

3. Waktu penerapan aqiqah
Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah bersabda: “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang di hari ke-7 nya disembelihkan hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Beberapa ulama berpendapat bahwa waktu aqiqah yang dianjurkan adalah 7 hari setelah kelahiran bayi. Akan tetapi, apabila aqiqah tidak memperbolehkan dilaksanakan pada waktu itu, dapat diganti pada hari ke-14 atau ke-21.

Muslim yang kondisi ekonominya buruk, terlepas dari kewajiban untuk mengadakan aqiqah. Ada ulama yang menjelaskan bahwa aqiqah dapat dilaksanakan kapan pun sampai ada kemampuan. Bahkan, seorang anak boleh mengaqiqahkan dirinya saat dewasa kelak, apabila orangtuanya tidak memiliki kemampuan karena itu waktu dia masih kecil.

4. Menyembelih hewan aqiqah
Waktu menyembelih, ada sesuatu hal yang perlu diperhatikan, yaitu tidak mematahkan tulang dari sembelihan. Ini dilakukan supaya makna yang terdapat adalah tafa’ul atau mengharapkan akan keselamatan badan dan anggota tubuh dari anak itu.

5. Baca doa saat menyembelih hewan aqiqah
Waktu menyembelih hewan aqiqah, penyembelih harus membaca doa ini:

“Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.”

Maknanya: “Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

6. Mengolah daging aqiqah
Sebenarnya, ada dua pendapat mengenai pembagian daging aqiqah. Ada yang menjelaskan dapat dibagi secara mentah, tetapi banyak pula ulama yang mengutamakan supaya daging diolah dahulu saat sebelum dibagi ke beberapa orang.

Ini sesuai hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak wanita. Dia diolah tanpa memutus tulangnya. Lantas dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan di hari ke-7 .” (HR al-Bayhaqi)

7. Makan beberapa dan membagi daging aqiqah
Sama seperti yang disebut dalam hadist di atas, daging aqiqah disunahkan untuk dimakan sendiri beberapa. Dalam pada itu, sisanya dibagi ke saudara, tetangga, dan fakir miskin.

Ini seperti yang tercantum dalam firman Allah SWT: “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan hati suka”. – Q.S. Al-Insan

8. Memberikan nama dan mencukur rambut waktu aqiqah
Tata cara aqiqah setelah itu memberikan nama dan cukur rambut bayi. Sebaiknya berikan nama yang mempunyai makna bagus untuk anak. Nama yang diberikan orangtua bisa menjadi cerminan dan doa supaya anak tumbuh dengan baik sampai besar kelak.

Memberikan nama yang bagus ke anak dianjurkan pada suatu hadits. Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya kalian di hari kiamat akan dipanggil dengan beberapa nama kalian dan beberapa nama bapak kalian, maka baguskanlah namamu.” (HR Muslim)

9. Doa untuk bayi
Kemudian, ke bayi yang diaqiqah, bacakan doa berikut ini:

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Artinya: “Saya perlindungkan kamu, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang sempurna, dari setiap bujukan syaitan, dan setiap penglihatan yang penuh kedengkian.”

Nah, itu tata langkah lakukan aqiqah untuk anak lelaki dan wanita dan hukumnya menurut Islam.

Kunjungi website: Jasa Aqiqah Jakarta