January 22, 2022

Produksi Kilang Pertamina Balikpapan Dihentikan Hingga Pertengahan April

Kilang pengolahan minyak Refinery Unit V PT Pertamina (Persero) di Balikpapan, Kalimantan Timur untuk saat dapat menghentikan operasinya sepanjang nyaris dua bulan dari 6 Maret sampai 17 April 2017.

“Karena kami tengah laksanakan turn around (perawatan) kilang,” kata Area Manager Communication plus Relation Pertamina di Kalimantan.

Menurut Dian, perawatan merupakan pekerjaan rutin dan biasa dijalankan secara bergilir terhadap seluruh kilang Pertamina.

Perawatan punya tujuan untuk menjaga performa produksi ke depan, lebih-lebih disaat kilang ini nantinya dapat jadi andalan di dalam memroduksi BBM dengan standar Euro 4.

Pertamina saat ini tengah mengembangkan kilang Cilacap, Balikpapan, dan Bontang untuk mewujudkan capaian Euro 4.

RU V mempunyai 2 kilang, yaitu Balikpapan I dengan kapasitas produksi 60.000 barel per hari dan Balikpapan II sebesar 200.000 barel per hari.

Seperti kebanyakan kilang lain, Pertamina produksi minyak jadi avtur, solar, sampai premium dengan pengukur flow meter lc. BBM diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Indonesia Timur, lebih-lebih Kalimantan sampai Sulawesi.

Perawatan kilang sudah dulu dijalankan untuk Balikpapan I. Kali ini, giliran kilang kedua. Perawatan ini menyedot nyaris 3.000 tenaga kerja.

Lantaran mobilitas pekerja begitu besar, Pertamina sampai membawa dampak rekayasa selanjutnya lintas buka tutup lebih dari satu Jalan Minyak, jalur utama di depan kilang yang juga dipakai sebagai perlintasan kendaraan umum.

“Ibarat pelihara mesin kendaraan, ada saja yang wajib diperbaiki, sampai pekerjaan mengelas. Kali ini ukurannya super besar, pasti memerlukan tenaga kuantitas banyak,” katanya.

Sekalipun menghentikan produksi, pasokan BBM untuk Indonesia Timur diyakini tidak dapat terganggu. Kilang-kilang lain dirancang turut membantu pasokan bagi Indonesia bagian Timur.

Selama perawatan, RU V juga mencadangkan BBM di dalam tangki timbun untuk menjaga pasokan selamanya safe sampai perawatan usai.