September 24, 2021
Sejarah dan Asal-Usul Cilacap

Sejarah dan Asal-Usul Cilacap

Sejarah dan Asal Usul Cilacap

Asal-usul Kota Cilacap yang kami sampaikan dalam artikel ini kami kutip dari berbagai sumber terpercaya. Mudah-mudahan bagi Anda yang saat ini sedang mencari artikel tentang asal-usul kota cilacap ini dapat terbantu.

Cilacap adalah salah satu daerah di Povinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan laut jawa di bagian utara. Daerah ini juga menjadi daerah jalan pantai utara. Untuk mengetahui tentang sejarah dan asal-usul Cilacap mari kita simak sejarahnya di bawah ini.

Sejarah dan Asal-Usul Cilacap
Sejarah dan Asal-Usul Cilacap

Zaman Kerajaan Jawa

Pada akhir Kerajaan Majapahit (1294-1478). Wilayah Kabupaten Cilacap dibagi menjadi wilayah Majapahit, Adipati Pasir Luhur dan Kerajaan Pakuan Pajakaran. Kerajaan Pakuan Pajajaran yang wilayahnya terbentang dari timur ke barat.

– Daerah Ki Gede Ayah dan Ki Ageng Donan di bawah pemerintahan Kerajaan Majapahit
– Wilayah Nusakambangan dan wilayah Adipati Pasir Luhur
– Wilayah kerajaan pakuan pajajaran

Menurut Husein Djayadinngrat, Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran setelah diserang oleh Banten dan kerajaan Islam Cirebon pada tahun 1579, sehingga bagian timur Kerajaan Pajajaran diberikan kepada Kerajaan Cirebon.

Oleh karena itu, seluruh wilayah di Kabupaten Cilacap yang berada di sebelah timur di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang dan di sebelah Barat diserahkan kepada Kerajaan Cirebon.

Penyerahan Daerah Kekuasaan Cilacap ke Kerajaan Mataram oleh Kerajaan Pajang

Kerajaan Pajang digantikan oleh Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopati pada tahun 1587-1755, kemudian wilayah Kabupaten Cilacap yang semula berada di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang diserahkan kepada Kerajaan Mataram. Pada tahun 1595, Kerajaan Mataram melakukan pemekaran ke kabupaten Galuh yang dikuasai oleh Kerajaan Cirebon.

Menurut catatan harian Belanda di Benteng Batavia, pada tanggal 21 Februari 1682, ia menerima sepucuk surat yang berisi terjemahan perjalanan ke tanah Citaren, sebelah utara Karawang menuju Bagelen. Nama-nama yang dilintasi daerah yang menjadi penyebab di Kabupaten Cilacap adalah Dewauauhluhur dan Limbangan.

Lihat juga: Sejarah Kalender Bali Yang Perlu Anda Ketahui

Cilacap Ketika Kolonial Belanda

Pembuatan Onder Afdeling Cilacap (dua bulan setelah residen Launy menjabat) dengan Gubernur Jenderal D. De Erens pada tanggal 17 Juli 1839 nomor 1 memutuskan:

“Demi terselenggaranya pemerintahan daerah yang lebih baik di wilayah selatan Banyumas dan peningkatan pembangunan Cilacap, sambil menunggu usulan penataan kabupaten selatan yang akan menjadi bagiannya, salah satu dari tiga Asisten Residen akan ditempatkan. di Cilacap.”

Karena wilayah Banyumas Selatan dianggap terlalu luas untuk dipertahankan oleh Bupati Purwokerto dan Bupati Banyumas, maka dengan Surat Keputusan tanggal 27 Juni 1841 Nomor 10 ditetapkan: “Patenschap” Dayeuhluhur dipisahkan dari Kabupaten Banyumas dan dijadikan wilayah tersendiri. afdeling, yaitu: tempat jabatan kepala Bupati Eropa Asisten Residen dan Kepala Bupati Adat Rangga atau Bupati Onder.

Namun, pembentukan departemen ini memenuhi keinginan Bupati Purwokerto dan Banyumas yang sudah lama ingin mengurangi wilayah kekuasaannya masing-masing dengan Patenschap Dayeuhluhur dan Kabupaten Adiraja.

Batas Kabupaten Cilacap

Adapun batas wilayah Kabupaten Adiraja yang bersama-sama dengan Dayeuhluhur pattenschap membentuk Onder Regentschap Cilacap menurut rencana Residen Banyumas De Sturier tanggal 31 Maret 1831 adalah sebagai berikut:

Dari muara Sungai Serayu ke hulu hingga titik tengah ketinggian Gunung Prenteng. Kemudian ke puncak, turun ke tenggara pegunungan Kendeng, puncak Gunung Gumelem (Igir Melayat).

Seterusnya hingga ke selatan mengikuti batas wilayah Karesidenan Banyumas sampai ke laut. Lalu menuju barat sepanjang pantai ke muara Sungai Serayu.

Batas Wilayah Kabupaten Adiraja

Pada batas wilayah Kabupaten Adiraja terlihat bahwa Kabupaten Adiraja sebagai cikal bakal Kawedanan Kroya eks lebih besar dari eks. Kawedanan Kroya, karena pada waktu itu belum ada Kecamatan Kalireja yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Adiraja dan sebagai Kabupaten Banyumas.

Sehingga luas wilayah Onder Regentschap Cilacap masih lebih besar dari luas wilayah Kabupaten Cilacap sekarang. Dari batas wilayah Kabupaten Adiraja terlihat bahwa wilayah Kabupaten Adiraja, karena Kawedanan Kawedanan eks lebih besar dari Kawedanan bekas. Kroya Kawedanan, karena pada waktu itu belum ada kecamatan Kalireja yang merupakan bagian dari kecamatan Adiraja dan sebagai kabupaten Banyumas. Sehingga luas wilayah Kabupaten Cilacap ALER bahkan lebih luas dari wilayah Kabupaten Cilacap sekarang.

Pada masa pendudukan ke-9 Banyumas Van de Moore mengajukan usul Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 3 Oktober 1855 yang ditandatangani oleh Gubernur Jenderal Duijmaer Van Tuist, kepada Menteri Kolonial Belanda dalam Kabinet Rahasia pada tanggal 29 Desember 1855 Nomor 86 , dan surat rahasia Menteri Kolonial tertanggal 5 Januari 1856 Nomor 7/A yang disampaikan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Lihat juga: Sejarah Kalender Hijriyah Yang Digunakan Oleh Orang Jawa Tengah

Menurut Menteri Kolonial, usulan pembentukan Kabupaten Cilacap memiliki dua arti, yaitu permintaan persetujuan pembentukan Kabupaten Cilacap dan organisasi bestir adat dan pengeluaran anggaran lebih dari F.5.220 per tahun, yang keduanya memerlukan persetujuan Raja Belanda, setelah menerima surat rahasia dari Menteri Kolonial Hindia Belanda.21 Maret 1856 Nomor 21 antara lain menetapkan bahwa Onder Regentschap Cilacap ditingkatkan menjadi Regentschap (Kabupaten Cilacap).

Nah di atas adalah sedikit ulasan mengenai Sejarah dan Asal-Usul Kota Cilacap Jawa Tengah. Mudah-mudahan dengan informasi di atas dapat menambah wawasan dan menjadi referensi untuk kita semua. Semoga bermanfaat!