June 29, 2022

Software dan Kamera yang Digunakan Jokowi untuk Rapat Jarak Jauh

Dalam rangka upaya membatasi penyebaran virus corona di Indonesia, seruan “work from home” belakangan jadi marak digaungkan. Presiden Joko Widodo pun akhir pekan lantas mengimbau agar masyarakat kerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Gambar diunggah ke account resmi Jokowi di Instagram. “Saya menggelar rapat jarak jauh dengan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Saya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Bapak Wakil Presiden, para menteri dam pejabat setingkat menteri di kantor atau di mana saja berada,” tulis keterangan yang menyertai unggahan tersebut.

Dalam foto, Jokowi nampak duduk di sebuah kursi, menghadap layar televisi atau monitor berukuran besar. Di depan televisi terdapat sebuah kamera yang ditegakkan dengan perangkat tripod dengan Sound system ruangan rapat Wireless.

Jika diamati, kamera yang punyai engsel bersifat huruf “L” terbalik ini muncul serupa dengan yang dibuat oleh Logitech.

Logitech Indonesia Video Collaboration Lead Bayu Eko Susetio menyebutkan bahwa kamera didalam foto unggahan account Instagram Jokowi adalah Logitech ConferenceCam CC3000e yang pertama kali diperkenalkan terhadap awal 2014. Kamera video conference yang dioptimalkan untuk konferensi workgroup sampai sepuluh orang ini bisa menyiarkan video streaming beresolusi 1080p dengan kebutuhan bandwidth internet 650 Kbps.

lagi. “Sudah EOL (end-of life),” imbuh Bayu. Logitech kini punyai tawaran perangkat-perangkat serupa yang lebih baru, layaknya PTZ 2 Pro dan seri Rally yang sama-sama merupakan kamera video conference.

Lihat Foto Tampilan antarmuka perangkat lunak video conference Zoom(Zoom) Untuk perangkat lunaknya, layar didalam foto unggahan Jokowi perlihatkan antarmuka yang serupa dengan software buatan Zoom, penyedia aneka alat dan sarana untuk konferensi jarak jauh. Zoom bisa mengakomodir sampai ratusan partisipan didalam video conference.

Perusahaan ini terhitung sedia kan sarana tertentu untuk kalangan pemerintahan dengan keamanan yang ditingkatkan melalui enkripsi end-to-end. Di luar kamera dan software, untuk melakukan video conference masih dibutuhkan beberapa alat lain, terhitung layar televisi atau monitor, pengeras suara, dan juga pc desktop atau laptop.

Dukungan operator seluler untuk kerja dari tempat tinggal Menanggapi seruan dari pemerintah, sesudah rapat koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, operator seluler di Indonesia perlihatkan prinsip membantu kebijakan work from home (WfH) dengan sejumlah cara. “Di antaranya, penyediaan bandwidth dan mutu sarana dengan baik, penangkalan berita hoaks, dan insentif lainnya.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro yang ikut ada didalam konferensi pers menyebutkan telah buat persiapan jaringan untuk mengantisipasi lonjakan trafik akibat banyaknya pengguna yang bekerja atau studi dari rumah.

Namun ia tidak menyebutkan cermat berapa kapasitas yang disiapkan. “Kami jamin di (tim) network persiapkan sebaik barangkali untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Karena kami telah punyai datanya, penggunaan umumnya berapa, kalau tersedia lonjakan berapa kami telah hitung,” jelas Setyo. Senada dengan Telkomsel, melalui keterangan resminya, XL Axiata terhitung buat persiapan jaringan yang cukup di semua wilayah layanan. Mereka terhitung menyiagakan tim jaringan yang siaga sepanjang 24 jam.

Jika sebenarnya berlangsung peningkatan trafik yang signifikan, XL Axiata dapat meningkatkan kapasitas jaringan. I Gede Darmayusa, (plt) Chief Teknologi Officer XL Axiata menyebutkan sampai sementara ini, kapasitas jaringan XL Axita masih bisa menampung kenaikan trafik yang terjadi. “Peningkatan trafik sebenarnya terasa muncul seiring dengan tetap meningkatnya pembicaraan tentang wabah virus corona di Indonesia didalam beberapa hari terakhir, yang lantas terasa berkembang wacana untuk bekerja dari tempat tinggal dan terhitung diliburkannya sekolah di beragam provinsi,” jelas Gede.

Gede memperkirakan kenaikan trafik sarana information XL Axiata lebih kurang 10-15 prosen dibanding hari-hari biasa.

Selain Presiden, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhitung telah mengimbau perusahaan-perusahaan di Ibu Kota untuk menerapkan kebijakan bekerja dari tempat tinggal untuk para karyawannya.

Imbauan itu disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 14/SE/2020 tentang Imbauan Bekerja di Rumah yang diterbitkan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKi Jakarta Andri Yansyah.

Meski demikian, layaknya halnya seruan dari Presiden, work from home baru sekedar ajakan, bukan ketetapan yang kudu diikuti. “Iya, sifatnya cuma imbauan.

Namun, terhadap Senin kemarin, pembatasan selanjutnya jadi memicu antrean panjang dan penumpukan penumpang di halte dan stasiun-stasiun transportasi umum agar Anies mencabut kebijakannya itu. Imbauan pemerintah yang terkesan tidak seiring dengan sektor swasta ini memetik kritik dari sejumlah warganet lantaran kekacauan yang sempat timbul di Jakarta.