April 14, 2021

Terobosan Suplai Air Bersih di Kawasan Komersil

Suplai Air Bersih – Sebagai negara yang baru-baru ini terlihat berasal dari daftar negara berkembang, Indonesia bukan lagi hanya dipandang sebagai negara agraris, namun termasuk menjelma sebagai negara obyek para investor.

Hal ini mengakibatkan banyak bermunculan kawasan komersil baru di semua Indonesia, yang tentunya diikuti pula bersama kebutuhan air bersih di kawasan komersial yang ikut meningkat.

Rekomendasi : Water Meter Amico

 

Contohnya seperti yang terjadi di DKI Jakarta. Per tahun 2019 saja tercatat ada lebih kurang 59 gedung perkantoran baru yang siap digunakan bersama perkiraan luas meraih 2.629.708 meter persegi. Melihat perkembangannya yang memadai signifikan, suplai air bersih jadi kendala yang wajib diselesaikan oleh pengelola gedung untuk kenyamanan penyewa gedung.

 

Belum lagi masalah lingkungan yang ditimbulkan kalau ternyata sumber air di kawasan komersiltidak mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tepat. Menurut data yang dihimpun oleh Tempo terhadap tahun 2019, Pemerintah DKI Jakarta termasuk tengah gencar-gencarnya mengajak kawasan komersil di Jakarta, terlebih di kawasan segitiga emas untuk ikut serta laksanakan konservasi lingkungan. Caranya adalah efisiensi untuk kebutuhan air bersih di kawasan komersial.

 

Dari sidak yang dilakukan, tercatat hanya beberapa kantor saja yang sudah laksanakan efisiensi tersebut. Rata-rata kebutuhan suplai air bersihjuga sudah meraih 1.300 meter kubik tiap tiap harinya. Ketersediaan air bersih berikut baru untuk gedung perkantoran saja, belum lagi bagian kawasan komersil lain seperti pasar, terminal, rumah tinggal, dan layanan publik lainnya yang membutuhkan suplai airyang tidak sedikit jumlahnya.

Menurut data berasal dari Kompas di tahun 2019 saja menyebutkan bahwa PAM Jaya belum mengakomodir air bersih untuk 40% warga DKI Jakarta.

 

Dengan demikian, terobosan untuk menyediakan sumber air di kawasan komersial sangatlah dibutuhkan. Lantas, bagaimanakah cara untuk mengatasinya?

Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Berskala Besar

Perlu Anda ketahui, secara umum Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berskala besar terbagi dalam beberapa jenis dan sudah digunakan, yaitu:

  • IPAL Industri, yang ditujukan untuk kawasan industri yang memiliki keluaran air limbah yang cukup besar. Proses yang cukup massif dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga memungkinkan kawasan industri memiliki suplai air bersih yang cukup berkat daur ulang air limbah yang dapat dikonsumsi kembali.
  • IPAL Pertanian, yang ditujukan bagi kawasan pertanian dan peternakan yang memiliki air limbah yang berasal dari aktivitas penggunaan pestisida maupun kotoran hewan ternak. Dengan mengolah kembali air limbah, kebutuhan air bersih pun dapat terjamin.
  • IPAL Perkotaan, yang diperuntukkan bagi kawasan padat penduduk yang memiliki keluaran air limbah rumah tangga seperti kotoran (black water) dan sisa pencucian (grey water). Dari air limbah tersebut, nantinya suplai air bersihbisa didapatkan.

Melihat beberapa jenis Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di atas, tentunya sistem ini juga dapat diterapkan untuk kawasan komersil. Dengan menerapkan sistem IPAL, nantinya sumber air yang berasal dari keluaran limbah rumah tangga dapat didaur ulang untuk dapat dikonsumsi kembali. Proses pengolahan ini melibatkan beberapa proses seperti:

  • Pengolahan Pertama (primary treatment) untuk memisahkan zat padat dan cair dengan memanfaatkan filter dan bak sedementasi.
  • Pengolahan Kedua (secondary treatment) untuk menstabilisasi zat organic dan menghilangkan partikel koloid di dalam air limbah.
  • Pengolahan Lanjutan (tertiary treatment) untuk memastikan kembali unsur berbahaya di dalam air sudah hilang, dengan memanfaatkan senyawa kimia.

Nantinya, setelah melewati proses di atas, air limbah yang telah diolah dapat digunakan sebagai suplai air bersih yang bisa dialirkan ke rumah tinggal, gedung perkantoran, pasar, terminal, dan fasilitas public lainnya yang membutuhkan air untuk kebutuhan konsumsi. Dengan cara ini, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama layaknya air PDAM  yang dialirkan lewat pipa-pipa untuk pemenuhan air bersih di kawasan komersil.